Desa BATURAGUNG
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
Warga Dusun Batur Desa Baturagung Gelar Tradisi Nyadran di Makam Mbah Trobongso, Wujud Pelestarian Budaya dan Doa Bersama
Baturagung.id, 10 Juli 2026 – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan tampak menyelimuti kawasan Makam Mbah Trobongso, Pepunden Desa Baturagung, ketika warga Dusun Batur menggelar tradisi Nyadran sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Kegiatan yang telah menjadi tradisi turun-temurun ini diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari para sesepuh desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga generasi muda yang turut hadir untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur.
Tradisi Nyadran merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa yang hingga kini masih terus dijaga keberlangsungannya. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya melakukan doa bersama untuk para leluhur yang telah wafat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat.
Sejak pagi hari, warga secara bersama-sama bergotong royong membersihkan area makam Mbah Trobongso beserta lingkungan sekitarnya. Kegiatan bersih-bersih tersebut menjadi simbol kepedulian masyarakat terhadap tempat yang dianggap memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian penting dari perjalanan Desa Baturagung. Setelah seluruh area makam bersih dan rapi, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil, doa bersama, serta memanjatkan harapan agar para leluhur mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Selain mendoakan para pendahulu, masyarakat juga memohon keberkahan, keselamatan, kesehatan, serta kemajuan bagi seluruh warga Desa Baturagung. Doa-doa dipanjatkan agar masyarakat senantiasa diberikan kehidupan yang tenteram, hasil pertanian yang melimpah, rezeki yang berkah, serta dijauhkan dari berbagai bencana dan musibah.
Tradisi Nyadran juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Setelah rangkaian doa selesai, warga berkumpul dalam suasana penuh keakraban sambil menikmati hidangan yang telah dibawa dari rumah masing-masing. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat guyub rukun yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Desa Baturagung.
Mbah Trobongso sebagai pepunden Desa Baturagung memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Kehadiran makam beliau tidak hanya menjadi situs bersejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi penerus agar selalu menghormati jasa para leluhur yang telah membuka dan membangun wilayah Desa Baturagung hingga berkembang seperti saat ini.
Pemerintah Desa Baturagung mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi Nyadran sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal. Tradisi seperti ini diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai luhur, semangat gotong royong, rasa hormat kepada leluhur, serta kebersamaan antarwarga tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Melalui pelaksanaan Nyadran di Makam Mbah Trobongso, masyarakat Dusun Batur kembali menunjukkan bahwa budaya dan tradisi lokal merupakan identitas yang harus dijaga bersama. Tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, Nyadran menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat nilai religius, serta menanamkan rasa cinta terhadap sejarah dan budaya desa.
Semoga tradisi Nyadran ini senantiasa membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Baturagung, memperkokoh persatuan warga, serta menjadi warisan budaya yang terus lestari dan dapat dinikmati oleh generasi-generasi yang akan datang. (MAH)



Sukijan
27 Januari 2026 02:31:42
Saya gak dapat ...