Desa BATURAGUNG
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
SPB Bendung Glapan Capai 2055, Warga Baturagung Kembali Lakukan Nembok Luapan Sungai Tuntang
Baturagung.id, 3 April 2026 — Baturagung – Debit air di wilayah Sungai Tuntang kembali mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan pantauan terbaru, ketinggian air di SPB Bendung Glapan telah mencapai angka 2055, kondisi yang memicu kekhawatiran warga, khususnya masyarakat Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Kenaikan debit air tersebut membuat warga harus kembali melakukan upaya darurat dengan cara “nembok” atau membuat tanggul sementara menggunakan karung berisi tanah di sepanjang titik-titik rawan luapan. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat yang khawatir air sungai akan meluap dan menggenangi permukiman serta lahan pertanian mereka.
Sejak pagi hari, warga tampak bahu-membahu mengangkut tanah, mengisi karung, dan menyusunnya di tepi sungai sebagai benteng penahan air. Beberapa titik yang dianggap kritis mendapat perhatian lebih, terutama di area yang sebelumnya pernah terdampak banjir saat debit air tinggi.
Salah satu warga menyampaikan bahwa kegiatan “nembok” ini sudah menjadi langkah rutin setiap kali ketinggian air di Bendung Glapan meningkat. Mereka tidak ingin kejadian banjir sebelumnya terulang kembali, di mana air meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga dan merusak tanaman di sawah.
“Kalau sudah sampai angka seperti ini, kami harus sigap. Daripada nanti air meluap dan merugikan banyak pihak, lebih baik kami antisipasi sejak awal,” ujar salah satu warga saat ditemui di lokasi.
Selain itu, perangkat desa dan tokoh masyarakat juga turut hadir memantau kondisi di lapangan serta memberikan arahan kepada warga. Mereka mengimbau agar masyarakat tetap waspada, terutama jika terjadi hujan deras di wilayah hulu yang berpotensi menambah debit air Sungai Tuntang.
Langkah penanganan sementara ini dinilai cukup efektif untuk menahan luapan air, meskipun sifatnya masih darurat. Warga berharap adanya perhatian lebih dari pihak terkait untuk penanganan jangka panjang, seperti penguatan tanggul permanen atau normalisasi sungai agar risiko banjir dapat diminimalisir di masa mendatang.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang tinggi, warga Desa Baturagung terus berupaya melindungi lingkungan mereka dari ancaman banjir. Kegiatan “nembok” ini menjadi bukti nyata kepedulian dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (MAH)



Sukijan
27 Januari 2026 02:31:42
Saya gak dapat ...