Desa BATURAGUNG
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
Lima Gunungan Apitan Desa Baturagung Siap Diperebutkan Usai Doa Bersama Puncak Sedekah Bumi 2026
Baturagung, 23 April 2026 - Sebagai bagian dari rangkaian tradisi Sedekah Bumi yang masih lestari di tengah masyarakat, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan kembali menggelar kegiatan Apitan dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong. Salah satu daya tarik utama dalam puncak acara tersebut adalah keberadaan lima gunungan hasil bumi yang telah dipersiapkan dengan matang.
Kelima gunungan tersebut disusun dari beragam hasil pertanian dan perkebunan, mulai dari sayur-mayur, buah-buahan, hingga hasil bumi lainnya yang melambangkan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Proses pembuatan gunungan ini melibatkan banyak elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, RT/RW, hingga ibu-ibu PKK yang dengan telaten menghias gunungan agar terlihat menarik dan penuh makna filosofis.
Rencananya, kelima gunungan tersebut akan dikirab paginya dan menjadi pusat perebutan dalam puncak acara Apitan yang digelar pada hari Kamis, 23 Oktober 2026. Setelah rangkaian doa bersama yang akan dimulai pada pukul 12.30 WIB, masyarakat yang telah berkumpul akan dipersilakan untuk memperebutkan isi gunungan tersebut. Tradisi Rebutan gunungan ini dipercaya membawa berkah bagi siapa saja yang mendapatkannya, sehingga selalu dinantikan dengan antusias oleh warga.
Suasana diperkirakan akan semakin meriah ketika warga dari berbagai kalangan, baik anak-anak, pemuda, maupun orang tua, berbaur menjadi satu dalam momen kebersamaan tersebut. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar warga serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial.
Pemerintah Desa Baturagung berharap kegiatan Apitan tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat. Dengan adanya lima gunungan yang siap diperebutkan, diharapkan semangat syukur dan kebersamaan warga semakin kuat, sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. (MAH)



Sukijan
27 Januari 2026 02:31:42
Saya gak dapat ...