Desa BATURAGUNG
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
Ketua RT, RW dan Linmas Gotong Royong Bersihkan Bambu untuk Gunungan Apitan Desa Baturagung
Baturagung, 22 April 2026 — Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali terlihat di Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Pada Rabu pagi (22/04/2026), para Ketua RT, RW, serta anggota Linmas Desa Baturagung bahu-membahu melaksanakan kegiatan pencarian sekaligus pembersihan bambu yang akan digunakan sebagai bahan utama pembuatan gunungan dalam rangka tradisi Apitan Desa.
Sejak pagi hari, para perangkat lingkungan ini telah berkumpul dan menuju lokasi yang telah ditentukan untuk mencari bambu berkualitas. Dengan penuh semangat, mereka menebang bambu pilihan yang nantinya akan dirangkai menjadi gunungan hasil bumi, simbol rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan hasil panen yang melimpah.
Setelah bambu diperoleh, kegiatan dilanjutkan dengan proses pembersihan dan pemotongan sesuai kebutuhan. Bambu-bambu tersebut dipersiapkan sedemikian rupa agar kokoh dan layak digunakan sebagai rangka gunungan. Proses ini dilakukan secara teliti dan penuh kehati-hatian, mengingat gunungan menjadi salah satu ikon utama dalam kirab Apitan yang akan digelar keesokan harinya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari persiapan teknis, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan dan kekompakan antar warga. Para Ketua RT, RW, dan Linmas menunjukkan peran aktif mereka dalam menjaga dan melestarikan tradisi budaya desa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kirab gunungan sendiri dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 mulai pukul 09.00 WIB, sebagai bagian dari rangkaian acara Apitan Desa Baturagung. Gunungan yang telah disiapkan akan diarak keliling desa sebelum akhirnya diperebutkan oleh masyarakat sebagai simbol berkah dan harapan akan kesejahteraan.
Dengan adanya kegiatan gotong royong ini, diharapkan pelaksanaan Apitan Desa Baturagung dapat berjalan lancar dan meriah, serta semakin mempererat tali silaturahmi antar warga. Tradisi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih terus hidup dan menjadi kekuatan utama dalam menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. (MAH)



Sukijan
27 Januari 2026 02:31:42
Saya gak dapat ...