Desa BATURAGUNG
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
Peserta Sekolah Lapang Lakukan Identifikasi Langsung Penyakit Tanaman Padi di Lapangan
baturagung.id, Selasa 11 November 2025 – para peserta Sekolah Lapang Tematik Pertanian yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Gubug melaksanakan kegiatan pengamatan dan identifikasi langsung berbagai jenis penyakit tanaman padi di area persawahan setempat. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari rangkaian pembelajaran lapangan yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kecamatan Gubug yang mendampingi para petani dalam memahami dinamika pertumbuhan tanaman padi sejak masa tanam hingga panen.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk mengamati kondisi tanaman padi pada masa pertumbuhan awal, yaitu setelah proses tanam berlangsung beberapa minggu. Pada fase ini, tanaman padi sangat rentan terhadap berbagai gangguan, baik dari hama maupun penyakit. Oleh karena itu, kegiatan identifikasi lapangan menjadi sangat penting untuk mendeteksi sejak dini gejala serangan penyakit seperti blas (hawar daun), tungro, bercak coklat, serta penyakit kresek (bakteri daun) yang sering menyerang tanaman padi di musim penghujan.
Para peserta tampak antusias mengikuti arahan dari penyuluh pertanian yang menjelaskan cara mengenali ciri-ciri penyakit tanaman, mulai dari perubahan warna daun, bentuk bercak, hingga pertumbuhan anomali pada batang dan malai. Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan praktis mengenai cara pencegahan dan pengendalian penyakit secara terpadu, baik menggunakan metode biologis, kultur teknis, maupun penggunaan pestisida yang bijak dan ramah lingkungan.
Kegiatan pengamatan lapangan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam melakukan diagnosa mandiri di lahan mereka sendiri, sehingga apabila muncul gejala penyakit, petani dapat dengan cepat mengambil langkah penanganan yang tepat sebelum menyebar luas dan menimbulkan kerugian hasil panen.
Penyuluh pertanian dalam arahannya, menyampaikan bahwa Sekolah Lapang bukan sekadar kegiatan belajar teori, melainkan juga wadah praktik langsung agar petani lebih tanggap terhadap perubahan kondisi lingkungan dan perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan para peserta mampu menjadi petani yang cerdas, adaptif, dan mandiri dalam menjaga produktivitas lahan pertanian mereka.
Kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Cuaca cerah turut mendukung proses pengamatan di lapangan, sementara suasana diskusi antara petani dan penyuluh terlihat hidup. Di akhir kegiatan, peserta melakukan evaluasi singkat mengenai hasil identifikasi yang telah dilakukan dan menyusun rencana tindak lanjut untuk pengendalian penyakit yang berpotensi muncul di area persawahan mereka masing-masing.
Dengan adanya kegiatan identifikasi langsung ini, petani diharapkan semakin siap menghadapi tantangan pertanian modern, terutama dalam hal pengendalian penyakit tanaman secara dini dan berkelanjutan, guna mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Gubug dan Kabupaten Grobogan pada umumnya. (MAH)



Sukijan
27 Januari 2026 02:31:42
Saya gak dapat ...