Desa BATURAGUNG
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
BPBD Provinsi Jawa Tengah Adakan Rapat Koordinasi dan Verifikasi Lapangan Permohonan Bantuan bagi Korban Bencana Banjir di Kabupaten Grobogan
Baturagung_Smartvillage, 4 Maret 2025 — Dalam rangka menindaklanjuti permohonan bantuan bagi korban bencana banjir yang melanda Kabupaten Grobogan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi dan Verifikasi/Validasi Lapangan di Balai Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, pada hari Selasa, 4 Maret 2025.
Acara ini dihadiri oleh berbagai instansi penting yang terlibat dalam penanganan bencana di Provinsi Jawa Tengah, antara lain Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jawa Tengah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Tengah, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, serta Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Tengah. Kehadiran berbagai instansi ini menunjukkan komitmen bersama untuk mempercepat proses penanganan bencana banjir yang telah menyebabkan dampak signifikan di wilayah tersebut.
Dalam rapat ini, berbagai materi teknis terkait penanganan bencana banjir disampaikan, termasuk mekanisme verifikasi administrasi dan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan bantuan bagi para korban. Penekanan utama diberikan pada pentingnya validasi data serta survei lapangan untuk mengidentifikasi dengan tepat skala kerusakan yang terjadi, sehingga bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Desa Baturagung sendiri merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah oleh banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Tuntang. Pada tanggal 21 Januari 2025, tanggul sungai tersebut jebol, menghanyutkan sedikitnya 13 rumah tanpa tersisa, dan menyebabkan ratusan rumah lainnya mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan berat hingga ringan. Kejadian ini mengakibatkan lebih dari 300 warga terpaksa mengungsi ke posko pengungsian dan tempat-tempat yang lebih aman. Infrastruktur umum seperti jalan, jembatan, serta fasilitas publik lainnya juga mengalami kerusakan signifikan akibat terjangan banjir tersebut.
Rapat ini tidak hanya bertujuan untuk membahas teknis penanganan bencana, tetapi juga menjadi forum untuk berkoordinasi terkait upaya rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah yang terdampak. Salah satu fokus penting adalah verifikasi dan validasi lapangan untuk mengidentifikasi kerugian materiil dan kebutuhan warga secara lebih mendalam. Hasil dari verifikasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pengajuan bantuan, baik dari pemerintah daerah maupun pusat, sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, BPBD Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa penanganan bencana banjir ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Pihaknya juga mengajak semua elemen masyarakat untuk bersinergi dalam upaya pemulihan daerah terdampak banjir, terutama di Desa Baturagung dan sekitarnya. Selain itu, berbagai program mitigasi bencana juga akan diperkuat untuk mengantisipasi potensi banjir di masa mendatang, mengingat daerah tersebut memiliki risiko tinggi terhadap bencana banjir karena lokasinya yang berdekatan dengan aliran Sungai Tuntang.
Dengan adanya rapat koordinasi dan verifikasi lapangan ini, diharapkan upaya pemulihan pasca-bencana dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Bantuan yang diberikan kepada korban bencana tidak hanya dalam bentuk fisik, seperti perbaikan rumah dan infrastruktur, tetapi juga dukungan psikososial bagi para pengungsi yang terdampak bencana. BPBD Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga tuntas, agar masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Sementara itu, pemerintah desa dan kecamatan setempat turut memberikan laporan perkembangan kondisi warga pasca-banjir serta upaya-upaya yang telah dilakukan di lapangan. Dalam rapat tersebut, juga dibahas langkah-langkah yang perlu diambil untuk memastikan bahwa infrastruktur yang rusak dapat segera diperbaiki, termasuk upaya untuk membangun kembali tanggul yang jebol agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.
Rapat ini merupakan bagian dari rangkaian langkah penanganan darurat bencana banjir yang melanda Kabupaten Grobogan. Seluruh pihak yang hadir sepakat untuk mempercepat proses verifikasi dan validasi, serta memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan warga terdampak. Sebagai wilayah yang paling terdampak oleh jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Desa Baturagung menjadi fokus utama dalam penyaluran bantuan dan upaya pemulihan di masa mendatang. (MAH)



Desago
27 Agustus 2025 08:19:47
Gotong royong warga Mintreng Desa Baturagung menjadi bukti kekompakan dalam membangun akses jalan demi...