Desa BATURAGUNG
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
Pemdes Baturagung Bersama BPBD Grobogan Lakukan Survei Lapangan di Areal Sawah Terdampak Lumpur Banjir Dusun Mintreng
baturagung.id, 02 September 2025 – Pemerintah Desa (Pemdes) Baturagung bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan survei lapangan di areal persawahan yang terdampak banjir dan tertutup endapan lumpur di Dusun Mintreng. Survei ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum dilaksanakannya pengerukan material lumpur agar lahan pertanian warga bisa segera kembali ditanami.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 2 September 2025 ini diikuti oleh perangkat desa, kepala dusun, perwakilan petani setempat, serta tim teknis dari BPBD Grobogan. Para pihak terjun langsung meninjau kondisi lahan pertanian yang selama beberapa bulan terakhir tidak dapat diolah akibat tertutup lumpur tebal sisa banjir besar yang melanda kawasan tersebut.
Menurut keterangan Kepala Desa Baturagung, tujuan utama survei ini adalah untuk mengidentifikasi luas lahan yang terdampak, ketebalan material lumpur, serta menentukan metode pengerukan yang efektif. “Kami berharap setelah dilakukan survei bersama BPBD, langkah pengerukan dapat segera direalisasikan. Dengan demikian, para petani di Dusun Mintreng bisa kembali menanam padi atau palawija tanpa harus menunggu lebih lama,” ungkapnya.
Perwakilan BPBD Grobogan juga menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menyusun laporan hasil survei lapangan. Data ini akan dijadikan dasar dalam menentukan teknis pengerjaan di lapangan, termasuk kebutuhan alat berat, waktu pelaksanaan, serta estimasi anggaran. “Kami berkomitmen untuk membantu pemulihan lahan pertanian warga yang terdampak banjir. Namun, semua proses harus melalui tahapan teknis agar pengerukan berjalan maksimal,” jelas salah satu tim BPBD yang hadir.
Petani di Dusun Mintreng sendiri menyambut baik langkah cepat dari Pemdes Baturagung dan BPBD Grobogan. Mereka berharap pengerukan dapat dilakukan dalam waktu dekat, karena lahan pertanian merupakan sumber utama penghidupan masyarakat. “Sudah beberapa musim kami tidak bisa menanam karena sawah tertutup lumpur. Semoga dengan adanya survei dan rencana pengerukan ini, kami bisa kembali menanam dan panen seperti biasa,” ujar seorang petani setempat dengan penuh harapan.
Melalui kegiatan survei ini, diharapkan proses pengerukan segera masuk tahap pelaksanaan setelah semua perencanaan dan persiapan selesai. Upaya ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat desa, khususnya di sektor pertanian yang sangat terdampak akibat bencana banjir. (MAH)



Desago
27 Agustus 2025 08:19:47
Gotong royong warga Mintreng Desa Baturagung menjadi bukti kekompakan dalam membangun akses jalan demi...