Desa BATURAGUNG
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
Tanggul Kritis Tinggal Setapak, Warga Pasang Terpal Antisipasi Jebol
Baturagung_Smartvillage, 28 Februari 2025 – Warga Dusun Mintreng, Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, tengah dihantui oleh trauma mendalam akibat bencana yang melanda wilayah mereka pada 21 Januari 2025 lalu. Pada peristiwa tersebut, sebuah tanggul jebol dan menghanyutkan 13 rumah serta mengakibatkan ratusan lainnya rusak. Kini, dengan kondisi tanggul yang kritis dan belum sepenuhnya diperbaiki, kekhawatiran akan terulangnya bencana serupa kembali menghantui warga.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut semakin memperburuk kondisi tanggul. Erosi yang terus terjadi di sepanjang tanggul kritis membuat warga merasa waswas, terlebih dengan meningkatnya debit air di Bendung Glapan pada tanggal 28 Februari 2028 yang kini berada pada status waspada.
Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, warga Dusun Mintreng bergotong-royong memasang terpal di sepanjang tanggul yang mulai terkikis di tengah malam. Upaya ini dilakukan untuk mencegah air meluap dan memperkuat struktur sementara tanggul agar tidak jebol. Meski demikian, warga tetap berharap adanya tindakan cepat dari pihak terkait untuk memperbaiki tanggul secara permanen, mengingat kondisi yang semakin memburuk.
“Saat ini yang bisa kami lakukan hanya memasang terpal untuk menahan air. Kami sangat khawatir, karena bencana bisa datang kapan saja jika tanggul ini tidak segera diperbaiki,” ujar salah satu warga yang turut bergotong-royong. Trauma mendalam masih dirasakan oleh warga yang sempat kehilangan rumah dan harta benda akibat bencana tanggul jebol beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, penanganan tanggul kritis kanan kiri titik tanggul jebol Januari lalu belum menunjukkan progres yang signifikan. Beberapa bagian tanggul masih dibiarkan dalam kondisi rapuh, sementara intensitas hujan yang tinggi terus mengancam keselamatan warga. Masyarakat berharap agar pemerintah dan pihak berwenang segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen guna menghindari korban dan kerugian yang lebih besar.
Situasi ini semakin diperparah dengan status Bendung Glapan yang berada pada level siaga. Air dari bendungan tersebut berpotensi memperparah kondisi jika tanggul tak segera diperbaiki. Dalam situasi ini, warga Mintreng hanya bisa berharap dan berdoa agar upaya gotong royong mereka dalam memasang terpal bisa mencegah bencana lebih lanjut hingga adanya intervensi dari pihak yang berwenang.
Dukungan dari pihak pemerintah daerah dan badan penanggulangan bencana sangat dinantikan oleh warga yang kini berjuang untuk melindungi rumah dan nyawa mereka. Namun, meski tanggul yang terkikis tinggal setapak lagi, hingga kini belum ada tindakan konkret yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini secara tuntas.
Kehidupan warga di sekitar tanggul saat ini berada dalam situasi penuh ketidakpastian, dengan setiap hujan deras menjadi ancaman baru yang bisa datang kapan saja. (MAH)



Desago
27 Agustus 2025 08:19:47
Gotong royong warga Mintreng Desa Baturagung menjadi bukti kekompakan dalam membangun akses jalan demi...