Desa BATURAGUNG
Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan
Bantu Korban Banjir, PMI Kota Semarang Terjunkan Relawan di Baturagung Grobogan
Baturagung_Smartvillage, 23 Januari 2025 – Bencana banjir yang melanda Desa Baturagung, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa (21/1) mengakibatkan dampak yang sangat besar bagi warga setempat. Ratusan warga terpaksa mengungsi, belasan rumah hanyut dan rusak berat, serta 130 hektar sawah terendam banjir. Situasi ini mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang untuk segera bertindak dengan menerjunkan 23 relawan ke lokasi bencana pada tanggal 23 Januari 2025.
Tim relawan PMI Kota Semarang melakukan berbagai layanan tanggap darurat bencana, di antaranya pengumpulan dan pengolahan data (assessment), pusat data dan informasi (Pusdatin), logistik, dapur umum (DU), distribusi bantuan, pengelolaan pengungsian (shelter), penyediaan air bersih (wash), dan layanan ambulans. Mereka bekerja sama dengan Korps Sukarela (KSR) Universitas Semarang (USM) untuk memastikan bantuan berjalan maksimal.
Ketua Bidang Penanganan Bencana PMI Kota Semarang, dr. R. Panji Ufa Utomo, mengungkapkan bahwa relawan dari PMI bersama KSR USM terjun langsung untuk memberikan berbagai jenis bantuan kepada para korban yang terdampak banjir di Dusun Mintreng, Desa Baturagung. "Kami bersama tim dari KSR USM bahu-membahu dalam mengevakuasi warga, mendistribusikan logistik, memberikan layanan pengungsian, dan melakukan berbagai upaya lain untuk membantu korban banjir," ujar dr. Ufa.
Menurutnya, PMI Kota Semarang awalnya berencana menarik tim relawan pada Minggu (26/1), namun berdasarkan permintaan Kepala Desa dan warga, tugas mereka diperpanjang hingga Rabu mendatang. "Keberadaan tim relawan kami masih sangat dibutuhkan untuk membantu warga yang terdampak banjir," tambah dr. Ufa.
Salah satu warga korban banjir, Suhari, yang rumahnya hanyut, mengisahkan pengalamannya. Ia bersama keluarganya yang terdiri dari tujuh orang berhasil selamat meski rumahnya, beserta semua barang dan perabotan, habis terbawa arus. "Rumah hanyut, tempat penyimpanan gabah juga hanyut, semua barang ikut terbawa. Kami berpegangan pada bambu di dinding rumah tetangga sejak pagi hingga sore hari, terendam air, namun alhamdulillah kami semua selamat," kata Suhari sambil mengungsi di balai desa bersama keluarga.
Banjir yang melanda Desa Baturagung ini tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga merenggut mata pencaharian warga yang sebagian besar mengandalkan pertanian. Sawah-sawah yang terendam banjir menambah derita warga, membuat mereka harus bertahan dengan bantuan logistik yang disediakan oleh PMI dan relawan lainnya.
Bencana ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan dan gotong royong dalam menghadapi situasi darurat. Kehadiran PMI dan KSR USM di tengah bencana membuktikan bahwa solidaritas kemanusiaan masih sangat kuat, terutama dalam membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah. (MAH)



Desago
27 Agustus 2025 08:19:47
Gotong royong warga Mintreng Desa Baturagung menjadi bukti kekompakan dalam membangun akses jalan demi...